Sabtu, 31 Oktober 2009

Fenomena Merokok Dalam Masyarakat Indonesia

Merokok memang bukan hal tabu. Artikel mengenai hal ini pun sudah tak terhitung jumlahnya. Begitu pula dengan ketenarannya di seluruh dunia.

Tapi saya hanya ingin menggoreskan sedikit keprihatinan saya, maksud saya, sedikit menorehkan keprihatinan saya, terutama yang terjadi dalam masyarakat Indonesia.

Melihat jumlah dan tingkat usia perokok saat ini sungguh membuat hati miris. Betapa tidak, bocah SD yang notabene masih berusia di bawah 10 tahun sudah sangat lancar merokok layaknya orang dewasa.



Ini terjadi tepat di hadapan saya, saat bocah-bocah itu menghisap rokok dengan sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuan ibunya yang sedang tak ada di rumah.

Memang, orang tua tidak bisa mengawasi anak terus menerus, entah yang masih anak-anak maupun yang sudah remaja. Tapi arahan dan didikan sejak usia dini, ditambah perhatian yang intens, paling tidak dapat mencegah si anak untuk mencoba merokok.

Meskipun tidak dapat dipungkiri kalau keputusan untuk merokok itu timbul dari pikiran si anak sendiri, terlepas dia sudah mengetahui bahayanya atau tidak, juga karena terseret arus pergaulan yang berpeluang cukup besar dalam mempengaruhi pola pikir anak.

Tapi tetap saja, peran orang tua dalam mencegahnya juga sangat besar.

Lebih jauh lagi, para perokok dewasa pun ternyata masih banyak yang belum dewasa. Mereka merokok tidak mempedulikan tempat dan situasi.

Jangankan di tempat umum, di tempat yang diberi tanda "NO SMOKING" pun mereka bisa merokok dengan santai.

Padahal, dengan merokok sembarangan begitu, mereka telah menyebarkan "dewa kematian" pada orang-orang yang tidak merokok yang daya serangnya jauh lebih besar ketimbang pada mereka sendiri yang merokok.

Yah, memang, masyarakat kita kurang mempunyai kesadaran akan hal itu. Saat kita mencoba memperingatkan, kita malah dibilang sok tahu lah, sok ikut campur urusan orang lah, membuat kita jadi serba salah juga.


nb: Maaf kalau tulisan saya banyak yang kurang tepat atau salah, saya hanya mencoba menuliskan apa yang saya tahu dan menurut saya benar. Kalaupun ada yang salah, itu di luar kekuasaan saya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.